Kado
Istimewa
@dinirachmawati2
Ku tabung lembaran demi
lembaran bersama adikku untuk satu tujuan, ratusan lembaran itu sudah kami
tabung cukup lama, kami menginginkan ratusan lembaran ini dapat kami buat untuk
bertemu dengan 4 pangeran yang kece “dek, uang kita udah 750.000 kurang 50.000 kita sudah dapat bertemu dengan
mereka” riangku sambil mengkipas-kipaskan uang yang berada di tangan ku “iya
mbak, kurang beberapa hari lagi, kita bakalan ketemu Coboy junior, aaaa” teriak
riang adikku.. “yaudah mulai sekarang kita nabung lagi supaya uang itu genap 800.000”
nasihatku ke adikku. Hai.. aku Dini dan adikku Arfi, kami memang suka dengan
boy band yang tenar di Indonesia, yang memiliki jutaan fans dan sudah terkenal
sampai Internasional, yaps boyband itu adalah coboy junior. Ini adalah
kesempatan kami kedua kalinya, karna waktu CJR konser di Surabaya, uang kami
tidak mencukupi, dan kami tak ingin membuang kesempatan ini lagi
Hari mulai gelap,
matahari mulai memancarkan cahaya orennya, dan lama-lama cahaya matahari
memudar, suasana malam yang tenang dan sunyi dengan hembusan angin dingin yang
menusuk tulang, “Dini, Arfi ayah mau bicara dengan kalian” ucap ayah riang
sambil duduk di samping tubuhku dan Arfi yang sedang asyik belajar “ada apa
ayah?” tanyaku sambil duduk yang tadinya aku belajar sambil tiduran, begitu
juga adikku “uang kalian udah terkumpul berapa banyak?” Tanya ayah “ udah
terkumpul 750.000” sahutku sambil megambil gulungan uang di lemari bajuku “
uang itu mau kalian pakai untuk apa?” Tanya ayahku lagi “kita mau pakai uang
ini buat lihat konser CJR di surabaya” sahut Arfi yang menjawab pertanyaan
ayah. “apa kalian tidak ingin membelikan ibu hadiah?” Tanya ayah “ibu kan mau ulang tahun 2 hari
lagi dan akan pulang besok malam dari pelatihan kerja ” sahut ayahku “tapi
yah.. kami mau liat konser itu, aku tak mau kehilangan kesempatan ini kedua
kalinya” sedihku “kalian lebih mementingkan ibu/ coboy junior?” Tanya ayah yang
mencoba untuk menyadarkanku dari sifatku yang suka menghambur-hamburkan uang
“tapi yah..” ucap adikku “tidak ada tapi tapian” selat ayah memotogkan
pembicaraan adikku yang beum selesai “lagian ibu sama ayah gak pernah kasih
kita hadiah saat ulang tahun !” emosiku meluap ketika ayah memaksa kami untuk
membatalkan niat kami untuk menonton konser coboy junior. Ayah kembali menuju
kamarku dengan mimic wajah marah dan plaak “ayah memukul lengan tanganku dengan
tangannya yang kasar, aku hanya menangis kesakitan “ ayah tidak suka dengan
omonganmu ! ayah sama ibu gak pernah memberimu hadiah saat ulang tahun!, tapi
siapa yang membiayaimu sekolah!, siapa yang mencarimu makan !, siapa yang
membersihkan bajumu ! hah ! kalau ayah dengar ucapan seperti itu sekali lagi !
ayah akan mengurugmu di dalam kamar !” amarah ayah kepada ku. Aku hanya
menangis sambil memegagi lenganku “ayah jahat !” teriakku dari dalam kamar.
Adikku pun ikut menangis, dan kami pun terlelap dalam kesedihan.
Kicauan burung mulai
terdengar, beberapa ayam pun mulai berkokok, sinar matahari memasuki ruanganku
melalui celah-celah, bertanda hari mulai berganti pagi, kata kata ayah tadi
malam, masih mengaung ngaung di telingaku. “akan aku gunakan apa uang ini
nanti, memang benar kata ayah, tapi aku juga ingin melihat CJR dan aku tak
ingin kehilangan kesempatan kedua kalinya” gundahku dalam hati “mbak, aku
terserah mbak aja deh, uangnya mau buat beli kado atau lihat coboy junior” ucap
adikku yang membuyarkan lamunanku, “mana yang harus aku pilih?, aku gak mau
buat ayah kecewa karena sikapku yang egois, dan suka berfoya-foya” batinku
kecewa terhada diriku.. “Dini gimana? Kamu mau memilih uang itu untuk lihat
coboy junior atau membeli kado istiewa untuk ibumu?” Tanya ayah yang
membuyarkan lamunanku pagi ini kedua kalinya. “ehh,, ayah.., mm.., aku masih
berfikir lagi yah, nanti ayah akan aku kasih tau” jawabku yang langsung
meninggalkan ayah dan menuju taman kompleks.
“arghh.. aku bingung
sekali… apa yang harus aku pilih?” kesalku sambil menendang rerumputan yang tak
bersalah itu. “haii kamu kenapa?” Tanya seseorang dari kejauhan. “kamu tak
perlu tau!” cuekku kepada seseorang yang ramah kepadaku. “barangkali aku bias
membantumu?” Tanya anak itu. Aku hanya terdiam “ohh yaa kita belum kenalan aku Riski”ucapnya
yang memperkenalkan dirinya sambil tersenyum dan menguurkan tangannya di
samping tubuhku. Seketika perasaanku yang tadinya panas kini menjadi dingin “
aku Dini” jawab ku sambil menerima jabatan tangannya. “kau ada masalah apa?”
tanyanya sopan “aku bingung.. mana yang harus aku pilih?, aku sudah
mengumpulkan uang, dan aku berniat uang itu akan aku gunakan untuk meihat
konser cjr, tetapi orang tuaku memaksaku untuk membelikan uang itu sebagai
hadian untuk ibuku” jelasku panjang lebar. “ohh.. begitu.., kalau aku jadi
kamu, aku sihh lebih memilih uang itu aku gunakan untuk membeli kado buat ibu”
jawab singkat Riski “kenapa kamu lebih memilih untuk membelikan kado? Padaha
setiap aku ulang tahun ibu dan ayah tidak memberiku hadiah?” Tanyaku bingung.
“apakah kamu tidak ingat? Betapa besarnya erjuangan ibumu?, dia mengandugmu
Selma 9 bulan, dia tidak pernah mengeluh ketika kamu berada di perutnya, dia
rela nyawanya menghilang demi melahirkanmu, dan dia sudah merawatmu sampai kamu
menjadi seperti sekarang” jelas Riski yang membuatku menangis, dan merasa
bersalah kepada ibu dan ayah “ kamu benar, betapa bodohnya aku, selama ini aku
selalu dibutakan dengan kebahagiaan yang sekejap” ucapku sambil menangis.
“sudahlah kau tak usah sedih lagi. Jadi. Kau mau memilih mana? Menonton konser
coboy junior atau membelikan ibumu kado?” Tanya Riski kepadaku “ aku memilih
uangku untuk membelikan kado buat ibu” ucapku lantang dengan hati yang sudah
mantap “makasih yaa..” ucapku “sama-sama” jawabnya dan tiba-tiba dia memudar
menjadi bayangan putih dengan wajah wanita cantik. “si.. siapa kamu?” tanyaku
ketakutan. “ tetaplah kamu menjadi anak yang baik, dan tidak tergila gla dengan
kebahagiaan di dunia ini” ucap wanita itu tanpa menjawab pertanyaan itu dan
langsung menghilang
Aku langsung pulang ke
rumah dan memberikan uang yang ada di lemari bajuku kepada ayah “buat apa ini?”
Tanya ayah bingung. “uang ini mau aku belikan hadiah buat ibu yah, ayah mau kan
mengantarkanu ke toko emas?” tanyaku “syukurlah matamu sudah terbuka dari
kebahagiaan yang hanya semata nak” ucap ayah sambil memelukku “ yaudah yah, ayo
antar aku dan Arfi ke toko emas” pintaku sambil enarik tangan ayah “ iya ayo..”
jawab ayah senang
Kami sudah sampai di
toko emas dan kami langsung memilih cincin yang pantas untuk ibu mataku tertuj
pada cincin yang berbentuk pita “ayah lihat cinci ini.. ini indah sekali”
kagumku “iya yah, ini bagus banget” sahut adikku. “pak ini harganya berapa?”
tanyaku pada penjual toko “ ohh.. ini 1 juta dek” jawab penjualnya, “ yah.. ini
bagus sekali… tapi harganya 1juta, tambahin ya ayah” pintaku “ iya sayangku,
pak ini saya beli” ucap ayah sambil memberikan uang sejumlah 1 juta “ yeayy
makasih ayah” senang kami.. kami tidak langsung pulang, karena ayah mengajak
kami untuk membeli tiket konser coboy junior di Surabaya, betapa kaget dan
senangnya hatiku.kami rela antri panjang dan desak-desakkan demi mendapatkan 2
tiket, 1 untuku dan 1nya lagi untuk adikku..
Kami telah mendapatkan
tiketnya dan langsung pulang kerumah, karena hari sudah malam. Setelah kami
sampai. Aku langsung menjatuhkan tubuhku di kasur empukku dan kami
tertidur.hari sudah berganti pagi. Aku terbangun dari tidurku karena aku merasa
ada mengelus rambutku dan berkata “Dini, Arfi, ayo bangun” suara lemah lembut
itu keluar dari bibir wanita yang sangat cantik, dan aku mengenal suara itu.
Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Betapa kagetnya aku ketika ibu sudah
pulang dari malang “ibu !!” teriakku
sambil memeluk ibu, ibu pun membalas pelukanku. “ibu.. ibu keluar sebentar
yaa.” Pintaku, dan ibu keluar dari kamar, aku segera membangunkan Arfi dan
mengambil cincin yag sudah aku bungkus kotak kecil. Aku dan Arfi keluar dari
kamar dan Arfi memint ibu untuk menutup matanya. Dan ayah sudah siap dengan
membawa kue tart kecil “ibu ayo buka matanya” sahut adikku. Ibu membuka mata
dan kami langsung berteriak “selamat ulang tahun ibu !” aku langsung memeluk
ibu, aku menangis di peukan ibu “ibu terimakasih.. ibu udah ngerawat aku dari
kecil. Maafkan aku jika aku sering buat ibu lelah, marah, aku janji aku akan
jadi anak yang bisa membahagiakan sampean” ucapku berjanji kepada ibu.
Kami merayakan pesta kecil-kecilan yang sangat
meriah, dan aku akan berusaha untuk mewujudkan janjiku yang sudah u ucapkan di
depan ibu
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar