Kamis, 13 Maret 2014

cerpen kedua ku ^_^


Kado Istimewa
@dinirachmawati2

Ku tabung lembaran demi lembaran bersama adikku untuk satu tujuan, ratusan lembaran itu sudah kami tabung cukup lama, kami menginginkan ratusan lembaran ini dapat kami buat untuk bertemu dengan 4 pangeran yang kece “dek, uang kita udah 750.000  kurang 50.000 kita sudah dapat bertemu dengan mereka” riangku sambil mengkipas-kipaskan uang yang berada di tangan ku “iya mbak, kurang beberapa hari lagi, kita bakalan ketemu Coboy junior, aaaa” teriak riang adikku.. “yaudah mulai sekarang kita nabung lagi supaya uang itu genap 800.000” nasihatku ke adikku. Hai.. aku Dini dan adikku Arfi, kami memang suka dengan boy band yang tenar di Indonesia, yang memiliki jutaan fans dan sudah terkenal sampai Internasional, yaps boyband itu adalah coboy junior. Ini adalah kesempatan kami kedua kalinya, karna waktu CJR konser di Surabaya, uang kami tidak mencukupi, dan kami tak ingin membuang kesempatan ini lagi
Hari mulai gelap, matahari mulai memancarkan cahaya orennya, dan lama-lama cahaya matahari memudar, suasana malam yang tenang dan sunyi dengan hembusan angin dingin yang menusuk tulang, “Dini, Arfi ayah mau bicara dengan kalian” ucap ayah riang sambil duduk di samping tubuhku dan Arfi yang sedang asyik belajar “ada apa ayah?” tanyaku sambil duduk yang tadinya aku belajar sambil tiduran, begitu juga adikku “uang kalian udah terkumpul berapa banyak?” Tanya ayah “ udah terkumpul 750.000” sahutku sambil megambil gulungan uang di lemari bajuku “ uang itu mau kalian pakai untuk apa?” Tanya ayahku lagi “kita mau pakai uang ini buat lihat konser CJR di surabaya” sahut Arfi yang menjawab pertanyaan ayah. “apa kalian tidak ingin membelikan ibu hadiah?”  Tanya ayah “ibu kan mau ulang tahun 2 hari lagi dan akan pulang besok malam dari pelatihan kerja ” sahut ayahku “tapi yah.. kami mau liat konser itu, aku tak mau kehilangan kesempatan ini kedua kalinya” sedihku “kalian lebih mementingkan ibu/ coboy junior?” Tanya ayah yang mencoba untuk menyadarkanku dari sifatku yang suka menghambur-hamburkan uang “tapi yah..” ucap adikku “tidak ada tapi tapian” selat ayah memotogkan pembicaraan adikku yang beum selesai “lagian ibu sama ayah gak pernah kasih kita hadiah saat ulang tahun !” emosiku meluap ketika ayah memaksa kami untuk membatalkan niat kami untuk menonton konser coboy junior. Ayah kembali menuju kamarku dengan mimic wajah marah dan plaak “ayah memukul lengan tanganku dengan tangannya yang kasar, aku hanya menangis kesakitan “ ayah tidak suka dengan omonganmu ! ayah sama ibu gak pernah memberimu hadiah saat ulang tahun!, tapi siapa yang membiayaimu sekolah!, siapa yang mencarimu makan !, siapa yang membersihkan bajumu ! hah ! kalau ayah dengar ucapan seperti itu sekali lagi ! ayah akan mengurugmu di dalam kamar !” amarah ayah kepada ku. Aku hanya menangis sambil memegagi lenganku “ayah jahat !” teriakku dari dalam kamar. Adikku pun ikut menangis, dan kami pun terlelap dalam kesedihan.


Kicauan burung mulai terdengar, beberapa ayam pun mulai berkokok, sinar matahari memasuki ruanganku melalui celah-celah, bertanda hari mulai berganti pagi, kata kata ayah tadi malam, masih mengaung ngaung di telingaku. “akan aku gunakan apa uang ini nanti, memang benar kata ayah, tapi aku juga ingin melihat CJR dan aku tak ingin kehilangan kesempatan kedua kalinya” gundahku dalam hati “mbak, aku terserah mbak aja deh, uangnya mau buat beli kado atau lihat coboy junior” ucap adikku yang membuyarkan lamunanku, “mana yang harus aku pilih?, aku gak mau buat ayah kecewa karena sikapku yang egois, dan suka berfoya-foya” batinku kecewa terhada diriku.. “Dini gimana? Kamu mau memilih uang itu untuk lihat coboy junior atau membeli kado istiewa untuk ibumu?” Tanya ayah yang membuyarkan lamunanku pagi ini kedua kalinya. “ehh,, ayah.., mm.., aku masih berfikir lagi yah, nanti ayah akan aku kasih tau” jawabku yang langsung meninggalkan ayah dan menuju taman kompleks.
“arghh.. aku bingung sekali… apa yang harus aku pilih?” kesalku sambil menendang rerumputan yang tak bersalah itu. “haii kamu kenapa?” Tanya seseorang dari kejauhan. “kamu tak perlu tau!” cuekku kepada seseorang yang ramah kepadaku. “barangkali aku bias membantumu?” Tanya anak itu. Aku hanya terdiam “ohh yaa kita belum kenalan aku Riski”ucapnya yang memperkenalkan dirinya sambil tersenyum dan menguurkan tangannya di samping tubuhku. Seketika perasaanku yang tadinya panas kini menjadi dingin “ aku Dini” jawab ku sambil menerima jabatan tangannya. “kau ada masalah apa?” tanyanya sopan “aku bingung.. mana yang harus aku pilih?, aku sudah mengumpulkan uang, dan aku berniat uang itu akan aku gunakan untuk meihat konser cjr, tetapi orang tuaku memaksaku untuk membelikan uang itu sebagai hadian untuk ibuku” jelasku panjang lebar. “ohh.. begitu.., kalau aku jadi kamu, aku sihh lebih memilih uang itu aku gunakan untuk membeli kado buat ibu” jawab singkat Riski “kenapa kamu lebih memilih untuk membelikan kado? Padaha setiap aku ulang tahun ibu dan ayah tidak memberiku hadiah?” Tanyaku bingung. “apakah kamu tidak ingat? Betapa besarnya erjuangan ibumu?, dia mengandugmu Selma 9 bulan, dia tidak pernah mengeluh ketika kamu berada di perutnya, dia rela nyawanya menghilang demi melahirkanmu, dan dia sudah merawatmu sampai kamu menjadi seperti sekarang” jelas Riski yang membuatku menangis, dan merasa bersalah kepada ibu dan ayah “ kamu benar, betapa bodohnya aku, selama ini aku selalu dibutakan dengan kebahagiaan yang sekejap” ucapku sambil menangis. “sudahlah kau tak usah sedih lagi. Jadi. Kau mau memilih mana? Menonton konser coboy junior atau membelikan ibumu kado?” Tanya Riski kepadaku “ aku memilih uangku untuk membelikan kado buat ibu” ucapku lantang dengan hati yang sudah mantap “makasih yaa..” ucapku “sama-sama” jawabnya dan tiba-tiba dia memudar menjadi bayangan putih dengan wajah wanita cantik. “si.. siapa kamu?” tanyaku ketakutan. “ tetaplah kamu menjadi anak yang baik, dan tidak tergila gla dengan kebahagiaan di dunia ini” ucap wanita itu tanpa menjawab pertanyaan itu dan langsung menghilang



Aku langsung pulang ke rumah dan memberikan uang yang ada di lemari bajuku kepada ayah “buat apa ini?” Tanya ayah bingung. “uang ini mau aku belikan hadiah buat ibu yah, ayah mau kan mengantarkanu ke toko emas?” tanyaku “syukurlah matamu sudah terbuka dari kebahagiaan yang hanya semata nak” ucap ayah sambil memelukku “ yaudah yah, ayo antar aku dan Arfi ke toko emas” pintaku sambil enarik tangan ayah “ iya ayo..” jawab ayah senang

Kami sudah sampai di toko emas dan kami langsung memilih cincin yang pantas untuk ibu mataku tertuj pada cincin yang berbentuk pita “ayah lihat cinci ini.. ini indah sekali” kagumku “iya yah, ini bagus banget” sahut adikku. “pak ini harganya berapa?” tanyaku pada penjual toko “ ohh.. ini 1 juta dek” jawab penjualnya, “ yah.. ini bagus sekali… tapi harganya 1juta, tambahin ya ayah” pintaku “ iya sayangku, pak ini saya beli” ucap ayah sambil memberikan uang sejumlah 1 juta “ yeayy makasih ayah” senang kami.. kami tidak langsung pulang, karena ayah mengajak kami untuk membeli tiket konser coboy junior di Surabaya, betapa kaget dan senangnya hatiku.kami rela antri panjang dan desak-desakkan demi mendapatkan 2 tiket, 1 untuku dan 1nya lagi untuk adikku..
Kami telah mendapatkan tiketnya dan langsung pulang kerumah, karena hari sudah malam. Setelah kami sampai. Aku langsung menjatuhkan tubuhku di kasur empukku dan kami tertidur.hari sudah berganti pagi. Aku terbangun dari tidurku karena aku merasa ada mengelus rambutku dan berkata “Dini, Arfi, ayo bangun” suara lemah lembut itu keluar dari bibir wanita yang sangat cantik, dan aku mengenal suara itu. Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Betapa kagetnya aku ketika ibu sudah pulang dari malang “ibu  !!” teriakku sambil memeluk ibu, ibu pun membalas pelukanku. “ibu.. ibu keluar sebentar yaa.” Pintaku, dan ibu keluar dari kamar, aku segera membangunkan Arfi dan mengambil cincin yag sudah aku bungkus kotak kecil. Aku dan Arfi keluar dari kamar dan Arfi memint ibu untuk menutup matanya. Dan ayah sudah siap dengan membawa kue tart kecil “ibu ayo buka matanya” sahut adikku. Ibu membuka mata dan kami langsung berteriak “selamat ulang tahun ibu !” aku langsung memeluk ibu, aku menangis di peukan ibu “ibu terimakasih.. ibu udah ngerawat aku dari kecil. Maafkan aku jika aku sering buat ibu lelah, marah, aku janji aku akan jadi anak yang bisa membahagiakan sampean” ucapku berjanji kepada ibu.
Kami merayakan pesta kecil-kecilan yang sangat meriah, dan aku akan berusaha untuk mewujudkan janjiku yang sudah u ucapkan di depan ibu

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar