Jumat, 09 Oktober 2015

imajinasi

Disini aku mau luapin perasaan aku
Inget kita awal kenal? Saat aku masih kelas 8 semester awal, dan aku kenal kamu (iqbaal dhiafakhri ramadhan), aku beruntung bisa kenal sama kamu, bisa chat sama kamu, pada awalnya aku ga yakin itu kamu, dan aku berusaha yakinin diri aku bahwa itu kamu, iya iqbaal dhiafakhri ramadhan.
Dulu kamu cuek sekali, sehingga aku berfikir " ah mana mungkin aku bisa dapetin hati dia, aku ini apa? Hanya fans, jelek, ga cantik, ga pinter, gendut" setelah berbulan bulan aku coba perhatiin, aku coba buat deketin kamu, smpe smpe kita bisa temen deket, tiap malming kamu minta nya aku yg nemenin malming kmu, sempet envy juga wktu kamu di gosipin gitu, kmu demennya bikin hati aku panas, tiap malem kita begadang lohhh bisa bisa smpe jam 2 wkwkwk gara gara wktu itu kmu di sndirian dan teteh gamau nemenin kmu, dulu kmu sering godain aku, genitin aku gitu, smpe akhirnya kamu ngajak aku buat 'rl'an, pertama kali aku denger 2 huruf itu rasanya sangat aneh, rl itu apa, dan aku baru tau klo itu intinya (pacaran boongan). Aku sebenernya ga mau, tapi citra (temen yg aku kenal lewat twitter @citrayuliapika) dia nyuruh aku buat coba dulu, lama kelamaan berasa nyaman, smpe akhirnya hubungan ini terus berlanjut smpe 1 tahun lebih (26 januari 2014- ... september 2015) ya meskipun hubungan kita sering putus nyambung tapi aku masih nyimpen perasaan ini buat kamu, menurutku ldr itu gampang gampang susah, dengan jarak 754, 53 km kita bisa jaga perasaan ini hanya untuk sesorang yg berbeda tempat disana, susahnya itu kita harus sabar buat menanti kapan kita di pertemukan, tapi takdir rupanya belum berkehendak, mungkin belum saatnya aku bahagia, mendengar suara kamu saja aku sudah kegirangan, entah kenapa akhir akhir ini aku merasakan ada yg kurang dri biasanya, kamu sibuk dengan dunia karirmu, boro boro vidcall, telfon aja jarang, yg dulu kamu telfon aku tiap minggu, dan skarang hingga hampir 2 bulan kau tak kunjung menelfonku, kamu ga pernah nyanyiin lagu buat aku lagi, kita ga pernah ketawa bareng lagi skrg, huf i miss that momment, aku merasa aku semakin kesepian, disaat kmu harusnya luangin waktu buat kasih kebahagiaan buat kita, kamu malah kerja... :(
Semakin umurmu bertambah, semakin susah aku buat jalanin derita yg harus aku rasain, aku mau berusaha buat move on, tapi SUSAH !!! 
Kamu yg buat aku ngerasain rasanya CINTA, kamu yg buat aku ngerasain rasanya PEDIH nya cinta, tapi aku tau,aku pasti bakal ngerasain rasa seperti itu di kehidupan aku kedepannya. Hingga akhirnya aku berfikiran lgi sperti dulu bahwa aku tak mungkin bisa buat mendapatkan dan memilikimu seutuhnya :")
Skarang, smenjak kamu hubungan sma zidny gatau knapa tiba tiba terasa berubah, i know aku terlalu sayang kmu smpe segininya, kalo bisa aku minta, aku ga di pertemuin lgi sma kamu, aku salah, salah sudah nyayangin kmu banget smpe smpe skrg aku ga bisa move on dri kamu, aku bingung sama kamu, disisi ini kamu ga mau aku tinggal tapi knapa kamu sndiri yg bikin aku sehingga beranggapan buat harus ninggalin kamu, aku capek kamu panas panasin kompor komporin kayak gini, aku manusia biasa baal, aku ga sekuat wanita yg kmu kira, bisa bisa aku bipolar kayak dianty kalo kayak gini terus, kamu beranggapan kalo kamu kayak gitu itu bukan manas manasin kamu, tapi menurut aku yg kamu lakukan itu panas panasin aku, bikin tl rame, bikin tl panas, pagi pagi aku bangun dgan perasaan udah nyaman, buka twitter aku nemy twitt kmu sama zidy kayak gitu, kamu chat bareng? Kamu bergadang bareng sama zidny? Kalo emang kamu udah ga buthh aku, aku bisa pergi kok, kamu bilang kalo aku udh ga kamu butuhin, biar aku ga ngusik kehidupan kamu, aku bakal pergi, biarin aku yg ngerasain oni sendirian, jgan kamu, apa masih blum puas lamu bikin aku menderita kayak gini :")

I miss iqbaal dhiafakhri ramadhan when he was 14 y.o :")

Kamis, 13 Maret 2014

cerpen kedua ku ^_^


Kado Istimewa
@dinirachmawati2

Ku tabung lembaran demi lembaran bersama adikku untuk satu tujuan, ratusan lembaran itu sudah kami tabung cukup lama, kami menginginkan ratusan lembaran ini dapat kami buat untuk bertemu dengan 4 pangeran yang kece “dek, uang kita udah 750.000  kurang 50.000 kita sudah dapat bertemu dengan mereka” riangku sambil mengkipas-kipaskan uang yang berada di tangan ku “iya mbak, kurang beberapa hari lagi, kita bakalan ketemu Coboy junior, aaaa” teriak riang adikku.. “yaudah mulai sekarang kita nabung lagi supaya uang itu genap 800.000” nasihatku ke adikku. Hai.. aku Dini dan adikku Arfi, kami memang suka dengan boy band yang tenar di Indonesia, yang memiliki jutaan fans dan sudah terkenal sampai Internasional, yaps boyband itu adalah coboy junior. Ini adalah kesempatan kami kedua kalinya, karna waktu CJR konser di Surabaya, uang kami tidak mencukupi, dan kami tak ingin membuang kesempatan ini lagi
Hari mulai gelap, matahari mulai memancarkan cahaya orennya, dan lama-lama cahaya matahari memudar, suasana malam yang tenang dan sunyi dengan hembusan angin dingin yang menusuk tulang, “Dini, Arfi ayah mau bicara dengan kalian” ucap ayah riang sambil duduk di samping tubuhku dan Arfi yang sedang asyik belajar “ada apa ayah?” tanyaku sambil duduk yang tadinya aku belajar sambil tiduran, begitu juga adikku “uang kalian udah terkumpul berapa banyak?” Tanya ayah “ udah terkumpul 750.000” sahutku sambil megambil gulungan uang di lemari bajuku “ uang itu mau kalian pakai untuk apa?” Tanya ayahku lagi “kita mau pakai uang ini buat lihat konser CJR di surabaya” sahut Arfi yang menjawab pertanyaan ayah. “apa kalian tidak ingin membelikan ibu hadiah?”  Tanya ayah “ibu kan mau ulang tahun 2 hari lagi dan akan pulang besok malam dari pelatihan kerja ” sahut ayahku “tapi yah.. kami mau liat konser itu, aku tak mau kehilangan kesempatan ini kedua kalinya” sedihku “kalian lebih mementingkan ibu/ coboy junior?” Tanya ayah yang mencoba untuk menyadarkanku dari sifatku yang suka menghambur-hamburkan uang “tapi yah..” ucap adikku “tidak ada tapi tapian” selat ayah memotogkan pembicaraan adikku yang beum selesai “lagian ibu sama ayah gak pernah kasih kita hadiah saat ulang tahun !” emosiku meluap ketika ayah memaksa kami untuk membatalkan niat kami untuk menonton konser coboy junior. Ayah kembali menuju kamarku dengan mimic wajah marah dan plaak “ayah memukul lengan tanganku dengan tangannya yang kasar, aku hanya menangis kesakitan “ ayah tidak suka dengan omonganmu ! ayah sama ibu gak pernah memberimu hadiah saat ulang tahun!, tapi siapa yang membiayaimu sekolah!, siapa yang mencarimu makan !, siapa yang membersihkan bajumu ! hah ! kalau ayah dengar ucapan seperti itu sekali lagi ! ayah akan mengurugmu di dalam kamar !” amarah ayah kepada ku. Aku hanya menangis sambil memegagi lenganku “ayah jahat !” teriakku dari dalam kamar. Adikku pun ikut menangis, dan kami pun terlelap dalam kesedihan.


Kicauan burung mulai terdengar, beberapa ayam pun mulai berkokok, sinar matahari memasuki ruanganku melalui celah-celah, bertanda hari mulai berganti pagi, kata kata ayah tadi malam, masih mengaung ngaung di telingaku. “akan aku gunakan apa uang ini nanti, memang benar kata ayah, tapi aku juga ingin melihat CJR dan aku tak ingin kehilangan kesempatan kedua kalinya” gundahku dalam hati “mbak, aku terserah mbak aja deh, uangnya mau buat beli kado atau lihat coboy junior” ucap adikku yang membuyarkan lamunanku, “mana yang harus aku pilih?, aku gak mau buat ayah kecewa karena sikapku yang egois, dan suka berfoya-foya” batinku kecewa terhada diriku.. “Dini gimana? Kamu mau memilih uang itu untuk lihat coboy junior atau membeli kado istiewa untuk ibumu?” Tanya ayah yang membuyarkan lamunanku pagi ini kedua kalinya. “ehh,, ayah.., mm.., aku masih berfikir lagi yah, nanti ayah akan aku kasih tau” jawabku yang langsung meninggalkan ayah dan menuju taman kompleks.
“arghh.. aku bingung sekali… apa yang harus aku pilih?” kesalku sambil menendang rerumputan yang tak bersalah itu. “haii kamu kenapa?” Tanya seseorang dari kejauhan. “kamu tak perlu tau!” cuekku kepada seseorang yang ramah kepadaku. “barangkali aku bias membantumu?” Tanya anak itu. Aku hanya terdiam “ohh yaa kita belum kenalan aku Riski”ucapnya yang memperkenalkan dirinya sambil tersenyum dan menguurkan tangannya di samping tubuhku. Seketika perasaanku yang tadinya panas kini menjadi dingin “ aku Dini” jawab ku sambil menerima jabatan tangannya. “kau ada masalah apa?” tanyanya sopan “aku bingung.. mana yang harus aku pilih?, aku sudah mengumpulkan uang, dan aku berniat uang itu akan aku gunakan untuk meihat konser cjr, tetapi orang tuaku memaksaku untuk membelikan uang itu sebagai hadian untuk ibuku” jelasku panjang lebar. “ohh.. begitu.., kalau aku jadi kamu, aku sihh lebih memilih uang itu aku gunakan untuk membeli kado buat ibu” jawab singkat Riski “kenapa kamu lebih memilih untuk membelikan kado? Padaha setiap aku ulang tahun ibu dan ayah tidak memberiku hadiah?” Tanyaku bingung. “apakah kamu tidak ingat? Betapa besarnya erjuangan ibumu?, dia mengandugmu Selma 9 bulan, dia tidak pernah mengeluh ketika kamu berada di perutnya, dia rela nyawanya menghilang demi melahirkanmu, dan dia sudah merawatmu sampai kamu menjadi seperti sekarang” jelas Riski yang membuatku menangis, dan merasa bersalah kepada ibu dan ayah “ kamu benar, betapa bodohnya aku, selama ini aku selalu dibutakan dengan kebahagiaan yang sekejap” ucapku sambil menangis. “sudahlah kau tak usah sedih lagi. Jadi. Kau mau memilih mana? Menonton konser coboy junior atau membelikan ibumu kado?” Tanya Riski kepadaku “ aku memilih uangku untuk membelikan kado buat ibu” ucapku lantang dengan hati yang sudah mantap “makasih yaa..” ucapku “sama-sama” jawabnya dan tiba-tiba dia memudar menjadi bayangan putih dengan wajah wanita cantik. “si.. siapa kamu?” tanyaku ketakutan. “ tetaplah kamu menjadi anak yang baik, dan tidak tergila gla dengan kebahagiaan di dunia ini” ucap wanita itu tanpa menjawab pertanyaan itu dan langsung menghilang



Aku langsung pulang ke rumah dan memberikan uang yang ada di lemari bajuku kepada ayah “buat apa ini?” Tanya ayah bingung. “uang ini mau aku belikan hadiah buat ibu yah, ayah mau kan mengantarkanu ke toko emas?” tanyaku “syukurlah matamu sudah terbuka dari kebahagiaan yang hanya semata nak” ucap ayah sambil memelukku “ yaudah yah, ayo antar aku dan Arfi ke toko emas” pintaku sambil enarik tangan ayah “ iya ayo..” jawab ayah senang

Kami sudah sampai di toko emas dan kami langsung memilih cincin yang pantas untuk ibu mataku tertuj pada cincin yang berbentuk pita “ayah lihat cinci ini.. ini indah sekali” kagumku “iya yah, ini bagus banget” sahut adikku. “pak ini harganya berapa?” tanyaku pada penjual toko “ ohh.. ini 1 juta dek” jawab penjualnya, “ yah.. ini bagus sekali… tapi harganya 1juta, tambahin ya ayah” pintaku “ iya sayangku, pak ini saya beli” ucap ayah sambil memberikan uang sejumlah 1 juta “ yeayy makasih ayah” senang kami.. kami tidak langsung pulang, karena ayah mengajak kami untuk membeli tiket konser coboy junior di Surabaya, betapa kaget dan senangnya hatiku.kami rela antri panjang dan desak-desakkan demi mendapatkan 2 tiket, 1 untuku dan 1nya lagi untuk adikku..
Kami telah mendapatkan tiketnya dan langsung pulang kerumah, karena hari sudah malam. Setelah kami sampai. Aku langsung menjatuhkan tubuhku di kasur empukku dan kami tertidur.hari sudah berganti pagi. Aku terbangun dari tidurku karena aku merasa ada mengelus rambutku dan berkata “Dini, Arfi, ayo bangun” suara lemah lembut itu keluar dari bibir wanita yang sangat cantik, dan aku mengenal suara itu. Mataku sedikit demi sedikit terbuka. Betapa kagetnya aku ketika ibu sudah pulang dari malang “ibu  !!” teriakku sambil memeluk ibu, ibu pun membalas pelukanku. “ibu.. ibu keluar sebentar yaa.” Pintaku, dan ibu keluar dari kamar, aku segera membangunkan Arfi dan mengambil cincin yag sudah aku bungkus kotak kecil. Aku dan Arfi keluar dari kamar dan Arfi memint ibu untuk menutup matanya. Dan ayah sudah siap dengan membawa kue tart kecil “ibu ayo buka matanya” sahut adikku. Ibu membuka mata dan kami langsung berteriak “selamat ulang tahun ibu !” aku langsung memeluk ibu, aku menangis di peukan ibu “ibu terimakasih.. ibu udah ngerawat aku dari kecil. Maafkan aku jika aku sering buat ibu lelah, marah, aku janji aku akan jadi anak yang bisa membahagiakan sampean” ucapku berjanji kepada ibu.
Kami merayakan pesta kecil-kecilan yang sangat meriah, dan aku akan berusaha untuk mewujudkan janjiku yang sudah u ucapkan di depan ibu

*****

Sabtu, 18 Januari 2014

ambil hikmah positifnya ;)


Tuhan Tak Akan Pernah Tidur
Sinar mentari pagi mulai memasuki celah-celah di gubukku yang kecil yang berada di desa terpencil., cindy meutia putri nama indah yang diberikan oleh ayah kepadaku. Aku seorang gadis kecil yang suka berkhayal, memang semua khayalanku sangat mustahil untuk kucapai, tapi aku percaya bahwa aku bisa untuk mencapai semua khayalan-khayalan itu. Ku lewati terjangan arus sungai, semak semak belukar, dan jalanan kota yang ramai demi mencapai satu tujuan “ilmu”. Sebelum ayah pergi, ayah pernah berpesan kepadaku “kamu harus lebih baik !  meskipun kamu tak sempurna seperti anak anak lain. setiap manusia di beri kelebihan dan kekurangan” pesan itu yang membuatku semangat untuk menggapai cita-citaku, seakan-akan ayah berada di sampingku.
Baru saja aku menginjakkan kakiku di dalam sekolah, semua murid mulai bergerombol dan  mengejekku lagi, tapi aku sudah terbiasa dengan itu semua, menurutku itu semua sudah menjadi sarapan pagiku setiap hari, tetapi ledekan dari teman teman berhenti seketika,  ketika Iqbaal datang
“sudah jangan meledek cindy lagi” bentak pria kece berbehel yang selalu ada untukku, seketika gerombolan murid pun bubar. Aku dan Iqbaal memasuki kelas dan duduk di tempat masing- masing, memang tempat dudukku berbeda dari tempat duduk murid lainnya, yang hanya terdapat meja tanpa bangku. Aku langsung mengeluarkan buku dan membaca pelajaran sambil mengisi waktu kosong. “gunakan waktu sebaik-baiknya” ucapan ayah yang masih melekat dalam fikiran ku.
“dor…” kaget seseorang yang membuyarkan fokus ku membaca.
“Iqbaal.. apaan sih..”gerutuku sambil rasa jengkal
“kamu bisa bantu aku buat kerjain ini gak?” Tanya nya sambil menunjuk soal yang menurutnya susah
“ ya ampun.. Iqbaal ini kan gampang, kan kemarin udah di bahas” ucapku sambil mengambil buku catatan biologi di tasku yang usang
“hehehe.. aku lupa” cengenges Iqbaal “yaudah sini aku bantu” aku menjelaskan cara mengerjakan sedetail-detailnya dengan menggunakan kaki ku yang sudah terbiasa untuk menulis.
“udah faham?” tanyaku selayaknya guru bertanya kepada muridnya
“udah dong.. makasih yaa cin”ucapnya dan kembali ke tempat duduknya.
Terik matahari yang panas, ditambah dengan hembusan angin yang membawa debu, membuatku ingin meneguk segelas air, minuman dingin yang tersedia di pinggiran jalan kini mulai menggoda nafsuku untuk membelinya. Tapi, aku harus kuat, aku tak boleh lengah, aku harus menyisihkan uang jajan untuk membeli butiran beras untuk makan keluargaku, aku anak pertama, dan aku harus menafkahi keluargaku setelah ayah pergi dan ibu yang umurnya terus berkurang tiap tahunnya. Aku tak ingin mengecewakan ayah, aku  tak ingin melihat puluhan butiran air mata yang keluar dari mata ibu.” Aku harus bisa membanggakan mereka dan aku pasti bisa !!” semangatku yang membara bagaikan orang yang akan berperang untuk mencapai kemerdekaan.
Seperti biasanya sore hari setelah aku belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah, aku membantu ibuku berjualan gorengan dengan mengenakan sepeda butut roda tigaku yang sering aku pakai. Sepeda ini dibuat ayah untukku karna aku dilahirkan dengan tangan yang tidak sempurna, tetapi aku tidak malu dengan keadaan fisikku yang seperti ini, dengan keadaanku yang seperti ini, aku lebih mengerti arti bersyukur dan rasa percaya diri serta aku harus bisa lebih baik daripada orang yang beruntung dariku. Aku akan buktikan ke seluruh dunia, bahwa orang yang mempunyai fisik yang tidak normal, dia akan bisa mencapai impiannya.
Hari mulai senja, Alhamdulillah.. gorengan buatan ibu laku terjual, mungkin hanya tersisa 3. Aku langsung pergi ke warung kecil untuk membeli secaruk butiran beras untuk sarapan besok, dan kembali pulang. Ku taruh sepedaku di depan rumah, dan kini aku mencium harum masakan ibu, cacing yang berada di dalam perutku kini sudah menyanyi, tanpa pikir panjang lagi, kuhampiri ibu yang berada di dapur sambil ku berikan hasil penjualan gorengan dan sekantong beras yang ku beli tadi. Aku langsung membantu ibu memotong tahu dengan menggunakan kakiku.
“cin., kamu istirahat saja.. pasti kamu capek” ucap ibu yang tahu bahwa aku kelelahan
“endak bu.., aku gak capek kok” alibi ku kepada ibu, sebenarnya tubuhku sangat lelah, tetapi aku harus terlihat semangat, senyum dan ceria di depan semua orang.
“ibu.. aku lapar..” rengek cantika adikku yang berlari ke dapur sambil memegangi perutnya
“sebentar yaa ibu lagi masak daun singkong untuk makan malam” ucap ibu sambil tersenyum
“daun singkong lagi daun singkong lagi” gerutu cantika
“cantika.. daun singkong kan sehat.. besok pagi kita sarapan pakai nasi kok” ucap ku “beneran yaa??!!” tanya cantika yang sepertinya sudah bosan dengan daun singkong, aku hanya mengangguk.
Lampu oblik yang selalu menerangi malamku kini mulai meredup, mungkin gas nya habis, lama kelamaan cahaya lampu menghilang, aku langsung merapikan buku pelajaran dan bergegas tidur, ku tutupi tubuhku yang mungil dengan sarung peninggalan almarhum ayahku yang penuh dengan tambalan kain untuk berlindung dari dinginnya angin malam, tak ku pedulikan gigitan nyamuk yang mencoba megganggu tidurku, hingga aku terlelap dalam mimpi tidurku.
Kicau kicauan burung mulai berlomba memamerkan suaranya yang merdu, begitu pula kokokkan ayam yang berlomba membangunkan penghuni bumi. Aku akan berangkat lebih pagi, karena pagi ini tujuanku tidak ke sekolah, melainkan pergi ke Kantor Bupati untuk mengikuti lomba melukis, aku mengikuti lomba ini atas dukungan sahabatku yapss.. Iqbaal, dia adalah orang yang selalu mendukungku, dan memberi semangat kepadaku semenjak ayah pergi. Dia berjanji akan menemuiku, tetapi sampai lomba dimulai aku belum melihat kedatangan Iqbaal. Aku sempat berfikir “apa Iqbaal malu menemuiku di tempat keramaian seperti ini?” tapi aku tak boleh negative thinking kepada Iqbaal, aku yakin Iqbaal tidak datang karena ada urusan mendadak mungkin.
Aku pun langsung mencari tempat duduk yang kosong, semua orang menatapku aneh dan membicarakanku, tapi semua omongan itu aku jadikan motivasi untuk menuju kesuksesan. Lomba pun dimulai, aku mulai mencoretkan warna di kanvas yang putih ini dengan kakiku , ku goreskan sebuah garis yang membentuk wajah seorang wanita, ku mencoba melukiskan wajah ibuku yang sedetail-detailnya. Meskipun lukisan yang ku buat tidak sepersis wajah ibu, banyak para peserta yang memuji lukisanku bahwa ini seperti wajah ibu yang berada di kertas foto. Semua peserta mulai mengumpulkan hasil karyanya ke depan panggung, dan kini tinggal menunggu hasil pengumuman juara
 “juara ketiga di raih oleh Hanggini Purinda Retto, juara kedua adalah Prilli Latuconsina, dan juara pertama….” Ucap dewan juri menggantungkan pembicaraanya, dan membuat perasaanku penasaran dan deg-degan tak karuan
“dan juara pertama di menangkan oleh cindy meutia putri” ucap dewan juri, aku tak percaya dengan semua ini,
“Tuhan.. apakah aku bermimpi.. apakah aku benar benar menang dalam lomba ini..” batin ku, pikiranku melayang ketika mendengarkan juara pertama yaitu aku cindy meutia putri. Semua peserta dan para undangan  menyorakiku untuk maju  ke atas panggung, aku pun berdiri dan maju ke atas panggung, suara sorakan yang riuh berhenti seketika
”hah??” ucap semua pesertadan melongo ketika melihat fisikku seperti ini.
“kamu cindy meutia putri?” tanya dewan  juri tak percaya melihatku
“iya saya cindy meutia putri” jawabku mantap
“selamat yaa adek menang dan akan mengikuti lomba di tingkat provinsi” ucap dewan juri sambil memberikan sebuah piala yang ditaruh di samping tubuhku
Lomba pun telah usai, aku langsung pergi ke rumah Iqbaal untuk menanyakan mengapa Iqbaal tak datang di Kabupaten tadi, tetapi di rumahnya aku hanya menemui bibi yang menjaga rumah Iqbaal.
“bi, Iqbaal nya ada?” tanyaku sambil bersandar di tembok
“ itu non, den Iqbaalnya sekarang di rumah sakit, tadi malam penyakit den Iqbaal kambuh” jawab bibi dengan perasaan gelisah
“memangnya Iqbaal sakit apa bi?” tanyaku khawatir
“den Iqbaal sakit kanker stadium 4 non” jawab bibi sambil menundukkan kepalanya.
Deg! Seketika perasaan ku hancur, pikiranku tak karuan, aku tak dapat menahan luapan air mataku dan kini mengalir sangat deras. Aku langsung meminta alamat rumah sakit Iqbaal dan langsung berangkat.
Ketika aku membuka ruangan Iqbaal yang terdengar hanya tangisan yang pecah dan seseorang di balik kain putih yang menutupi seluruh badannya, bunda Rike (bunda Iqbaal) langsung memelukku dan tangisannya kini semakin pecah. Kaki ku tak dapat menopang berat tubuhku, aku berjalan dengan gontai menuju jenazah Iqbaal yang kini sudah tidak bernafas lagi, tangisanku seketika pecah, aku tidak percaya dengan semua ini, teh Ody(kaka Iqbaal)  langsung memberikan secarik kertas yang bertuliskan “cin maaf, aku tak dapat menepati janjiku, makasih udah hadir dalam kehidupanku, wujudkan impianmu sebagai pelukis yang terkenal, Buktikan ke seluruh dunia bahwa orang yang tidak sempurna, pasti bisa sukses, seperti kamu sekarang, jangan sedih yaa, aku pasti selalu ada di sampingmu. Tetap tunjukkan wajah ceriamu ya :) –Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan-“
Kini aku sudah berhasil meluluskan kuliahku dijurusan  di S1 sebagai seniman, aku sudah bisa menafkahi keluarga ku, dan keluargaku sudah bisa hidup yang lebih layak dari sebelumnya, kini profesiku sebagai pelukis, dan lukisanku sudah terkenal di berbagai mancanegara.

amanat : "jangan mudah menyerah, terus berjuang dan tetap berusaha. jangan pernah menyia nyiakan waktu. jangan malu untuk tampil di depan banyak orang, WE CAN DO IT guys. jangan malu terhadap kekurangan fisik pada tubuh kita, Tuhan itu Adil. Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekuragan :)

ambil sisi positifnya yaa readers

kebersamaan 9 ceklak- Manasik haji

hai... aku mau cerita nih.. tentang 9c
wali kelasnya Hj. Suki Dwirahayu

share beberapa pengalaman yang unik aja yaa di kelas 9c
nih... waktu kita labaikallah humma labbaik.. tau kan??? kita satu kelas udah naik haji loh.. jadi di depan nama kita ada gelar "H atau Hj." nya hahahaha...
ini dia ada foto foto unik waktu kita naik haji XD


perjuangan perjalanan haji 

kebetulan banget kita kebagian jamaah haji dari chili, chili kan cabe. cabe itu pedes, dan orang yang kuat makan cabe nanti jadi kuat *jangan dengerin*

wajah candid bapak H. Icol/ uncle muhto (M. Ali Faisol)

kita bagaikan burung yang sedang kelaparan dan mencari makan di tanah yang ternoda :'( *alai*

diperkirakan cuaca di kota kami panas, dan kemungkinan suhu lebih dari 50 derajat celcius*gak deng* .. jadi mereka berebutan AC *memalukan*

 give our some money please :'( ... dikarenakan uang sangu kami kehabisan dalam perjalanan jadi kita membutuhkan dana *gakk ini hanya hiperbola aja*

jutaan umat islam di dunia pasti akan ngerasain seperti ini *aamiin

dan disini terdapat Hj. Nanda, Hj. Dini, Hj. Wulan, dan Hj. Mita..
*dari kiri*

okee sekian pengalaman ku , semoga bisa jadi haji yang mabrur *aamiin*
oke readers ini ceritaku.. mana ceritamu

paypay :*

Jumat, 17 Januari 2014

postingan pertama

HALOOOOOO

postingan pertama gua gaizz semoga have fun yooo !!
okee postingan pertama ini akan gua isi dengan pengalaman pengalaman menarik yg lebih hitzz gahoelzz dan gak ada duanya

tanggal 27 desember 2013 *H-1 ulang tahunnya pacar gua -> Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (kaga deng canda)*
gua punya sebuah sahabat.. sahabat ini udah kurang lebih siii 10 tahun yaa *wes tuwek*
okee gua kenalin anggota sahabat guaa
yang pertama adaa siiiiii ----> Sapi

ini wajah sok gahoelzz -_-v


yang kedua ada siiii Kunti... yahh seperti inilah dia

 sebenernya ini wajah pose candid ya tuhan.. ._.

yang ketiga ada sii tembem... yang tembemnya ngalah ngalahin kita berempat *sorry mbem
apakah kau melihat.. tatap pipinya dengan tajam, pasti nanti muncul bapao

yang ke empat ada siii ceking king king.... siswa akselerasi. jadi apakah kita harus manggil dg kata "mbak? kakak? atau yang lainnya? oh noo membingungkan
ini dia sahabat gua yang paling cepat larinya, paling jauh rumahnya, sampe sampe badannya slim banget ya tuhaan :')

dan inilah wajah kita yag sebenarnya.. 
foto waktu makan makan

ada sii anggit, dinda, dini, dan lucky *dari kiri guyz*


dan seperti inilah sisa daur ulang makanan yang tidak kita makan... XD